03 Agustus 2017

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga
Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku
Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum
Masih saja kubiarkan disitu seperti itu
Hingga saatnya kelopak demi kelopak
Gugur terkulai lunglai di pelataran hatiku
Lirih kudengar desir lembut angin malam
Menyenandungkan dendang pesan rindumu
Ah.... rupanya rindu pula kau kepadaku
Sebentar ya sayang, biar kucari dulu rinduku
di kelopak bunga yang mana.

Si Joss
NewLand
Juli 2017

PUISI MERAH PUTIH

Merah putih
Aku merah putih
Aku mengaku merah putih
Aku mengaku-ngaku merah putih

Merah putih
Merah putih daku
Merah putih di dadaku
Merah putih mendadak di dadaku

Merah putih
Merah berani putih suci
Merah berani diatas putih suci
Merah semakin berani diatas putih suci

Merah putih
Merah marah merona
Putih gundah merana
Merah putih marah merana

 Si Joss
Newland 2 Aug 2017

30 Juni 2017

SAJAK PANTAI #2 (kulit tubuhnya hitam basah dan asin)

#1
pagi hari....
garis batas langit laut dan rona merah
ombak bergantian menggapai pantai
nelayan menyeret sampan ke tepian
kulit tubuhnya hitam  basah dan asin
oleh keringat bercampur air laut

istri dan anak-anak datang menyambut
ramai bercakap berucap syukur
banyak tangkapan kali ini ya
nelayan itupun tersenyum haru
ada rasa bangga mampir di relung dada
menatap hasil perjuangan berbulan-bulan
bergelut maut di garis batas langit laut

 namun rasa bangga itu hanya sejenak
lenyap seketika di hadapan para tengkulak
yang semena-mena mengganti kebanggaan itu
dengan lembaran tipis yang segera habis
untuk membayar utang riba


 #2
siang hari....
elang laut melengking di ketinggian
melesat dari balik rerimbunan hutan bakau
nelayan duduk diatas sampan menatap awan
sampan kosong tangannya juga kosong
elang laut menukik tajam menyambar
seekor ikan meronta tak berdaya
dibawanya terbang menuju sarang
paruh-paruh kecil menganga suka cita

 awan putih mengelabu menghitam
tirai panggung turun perlahan-lahan
menutup  satu episode  kehidupan
rinai hujan derai hati luruh runtuh
kendati wajahnya terlalu legam
untuk mengekspresikan suasana hati
namun bibir yang sempat tersenyum tadi pagi
tampak bergetar menggumamkan sebuah do'a

 duhai Robb... aku sambat kepadaMu
jangan kau hampakan lelah letihku
tak perlulah ikan sepenuh sampan
cukuplah seekor meronta tak berdaya
asalkan terbebas dari belenggu riba


 #3
malam hari.....
ujung gang sempit dan bau amis
rumah batako setengah jadi nan tak kunjung jadi
pertanda dulu ketika masih muda perkasa
pernah membangun cita-cita masa depan bahagia
namun terpaksa terhenti terpendam dalam hati
tertimbun tumpukan realitas hidup sehari-hari

beralaskan selembar baliho bekas kampanye
bergambar wajah calon bupati memakai peci
senyum berseri mengumbar sejuta janji
anak istri tidur meringkuk dirubung nyamuk
lentera tua sedari tadi padam kehabisan minyak

dengkur nafas, denging nyamuk, desir angin
debur ombak, debar hati, desah gelisah
adalah senandung kidung malam
mengiringi angan sang nelayan berkelana
sambil menyeret harapan kemana-mana
terbang menunggang angin kembara
menembus langit melintas cakrawala

 menemui Sang Pemilik elang laut
menemui Sang Pemilik ikan meronta
menemui Sang Pemilik garis batas langit laut
menemui Sang Pemilik dengkur anak istrinya

 Duhai Robb.. Ya Fattah... Ya Rozzaq..
malam ini aku haturkan segala puji do'a
dan istighfarku kepadaMu
dengan harapan sepenuh sampan.


 Si Joss Dermayu, 28 Juni 2017

14 Juni 2017

SAJAK ANGIN (bagaimana aku bisa menangkapmu?)

apakah kamu seliar angin?
liarmu permainkan gumpalan-gumpalan mega
saling membentur gelegar guntur
guruh gemuruh runtuh menuju derainya....

apakah kamu sebinal angin?
binalmu desahkan cemara di bukit-bukit
desirkan rumpun padi di sawah-sawah
deritkan batang-batang bambu di tepian kampung
mereka riuh berbincang tentang kebinalanmu
sampai-sampai mentari yang mendengarpun merona malu.

apakah kamu seganas angin?
ganasmu tiup samudra, deburkan ombak
tampar pantai batu-batu karang
ombang-ambingkan sampan-sampan nelayan.

padahal dirimu tak berwujud tak berwarna tak tersentuh
hanya kesiur yang kudengar atau gemuruh badaimu
hanya usap sejuk terasa di pipi atau sengatan panas membakar wajah
bagaimana aku bisa menangkapmu?
supaya kita bisa berbincang berbagi rasa
menjalin silaturahmi antara dua hati

Si Joss


Newland, Mei 2017

KEMANAKAH MEREKA ITU?

(seperti bermain bola tanpa wasit tanpa peluit)


kemana perginya kawan-kawanku?
mereka yang dulu ramah penuh gairah
bercerita berceloteh tentang apa saja
yang membuat kita sama-sama tertawa
sahut menyahut komentar lucu nan seru

kini mereka meraibkan keceriaan canda tawa
menjelma menjadi mutant politik buruk rupa
rakus memangsa kotoran kata-kata
berkubang di lumpur media sosial
dengan perilaku yang a-sosial

berhala mereka adalah sekumpulan serigala
bermata merah marah menyala
taringnya berlumur darah berliur racun
melolong di kegelapan akun-akun palsu
menghamburkan hoax dan fitnah
caci maki dan sumpah serapah

kemana perginya mereka itu?
foto-foto reuni, kulineran, nasihat dan kata-kata bijak
doa yang terlantun dalam bahasa tertata apik
kisah-kisah motivasi yang indah dan inspiratif
sekarang semuanya itu kalah gaduh
dengan meme-meme saling tuduh
saling hina saling cerca saling nista
dengan kata-kata jorok dan kasar
tak ada sopan-sopannya sama sekali

wadah pertemanan bertransformasi menjadi ajang permusuhan
seperti bermain bola tanpa wasit tanpa peluit
saling ribut saling jegal saling sikut
pembantaian karakterpun dilakukan bahkan terhadap anak ingusan sekalipun

atmosfir negeri ini sudah pekat polusi politik
bau busuk pengap dan kotor
menyesakkan dada bunda pertiwi
tersedan air matanya mengucur deras
seperti derasnya air mata orang yang mengiris bawang
meratapi perilaku anak negeri yang kehilangan budi pekerti

dan....
ketika aku mencoba mengintip friendlist akun medsosku ternyata mereka masih ada,
tapi....
"duuh...!!"
hanya itu yang sanggup terucap dari mulutku

Si Joss
Newland, 14 June 2017

22 April 2017

SAJAK DANAU (rembulan tak tega melihatnya)


perahu kecil meluncur sendiri
tanpa penumpang tanpa kayuh tanpa keluh
menyibak bening menyobek hening
di tengahnya dia berhenti
diam menyempurnakan sunyi
bulan sabit menatap suram
wajah danau merah temaram
seekor burung gagak tua buruk rupa
paruhnya patah, sayapnya hitam kusam
terbang dari tepian danau
hinggap di haluan perahu
lirih dan gemetar membisikkan kabar
"penumpangmu telah mati dimakan mimpi...."
perahu berderak tak sanggup menahan diri
danau bergolak, beningnya terkoyak
wajah rembulan kacau berantakan
langit menghamparkan tirai gulitanya
gagak tua terbang  lenyap dalam gelap
meninggalkan jejak suara tertawa
rembulan sembunyi di balik awan 
tak tega melihat itu semua.

Si Joss
Foresta Serpong dini hari.
22 April 2017



27 Januari 2017

EMPER MASJID


Emper masjid samping rumah sodara.
Rumah mewah... maksudnya mepet sawah.
Ada suara tonggeret salah musim
Lagu Ebiet dari rumah tetangga
Jemuran tak kunjung kering
Karena matahari ngumpet dibalik mendung
Angin meniup tengkuk
Meremangkan bulu kuduk
dingin dan lembab
Kata-kata mengalir
disela-sela surabi oncom
Dan secangkir teh hangat
Obrolan tentang tanaman herbal
Yang tumbuh liar disekitar rumah
Serpihan-serpihan yang tidak saling berhubungan
Namun saling mendukung
Bagaikan potongan puzzle
Masuk ke relung hati
Menjadi sebuah lukisan indah
Biarlah kubingkai kubawa pulang.

Majalengka, 2 Januari 2015

25 Januari 2017

TERLANJUR PATUH

Kasihan aku melihat petugas itu...
Jalannya tersaruk-saruk seperti robot...
Sapu yang dipegang lepas pengikatnya
Lidinya bercerai berai...
Jalanan semakin tampak kotor dan kumuh...
Sementara yang diatas...
Mendung dan matahari...
Seolah bahu membahu...
Menebarkan udara panas....
Membuat petugas itu bercucuran peluh..
Ingin mengaduh..
Ingin mengeluh...
Ingin melenguh...
Tetapi sudah terlanjur patuh....

Depok, 25 Jan 2015

24 Januari 2017

BERDO'A ITU.....


Berdoa itu seperti mengayuh sepeda....
Kayuh aja terus, nanti juga akan sampai...
Tapi kalau gak dikayuh pasti jatuh...

Berdoa itu gak cuma meminta...
Tetapi juga memuji....
Jadi gak cuma kalau lagi butuh...

Berdoa itu gak selalu dikabulkan...
Tetapi bukan berarti Allah SWT itu pelit...
Cuma kita gak tau aja cara Dia menjawab doa kita...

Berdoa itu bukan kegiatan yang mubazir...
Pasti ada jawaban, entah apa bentuknya...
Jangan meremehkan Allah SWT....

Berdoa itu bukan untung-untungan...
Dikabulkan syukur, gak ya udah...
Berdoa itu harus serius...

Berdoa itu curhat kepada Allah SWT...
Jadi harus percaya 100% kepada yang dicurhati...

Berdoa itu tidak pakai  kata "tetapi"
Dan tidak boleh ada "syarat dan ketentuan berlaku" 

ADAKAH CUKUP BEKALMU?

ADAKAH CUKUP BEKALMU?

Bila saatnya dua papan kayu menancap.
Di salah satunya tertulis namamu...
Dan harum bunga warna warni
Dan untaian daun pandan
Dan wajah-wajah basah air mata
Tunduk terpekur tanpa senyum
Melantunkan doa perpisahan.
Akhir dari kebersamaan
Namun bagi dirimu,
Ini adalah langkah awal
Dari serangkaian perjalanan panjang
Yang tak berkesudahan...
Adakah cukup bekalmu?
Untuk sampai di alam keabadian
Yang nyaman dan menyenangkan?
Ataukah yang panas dan menyedihkan?
Alam dimana syukur dan sesal tak dapat dipertukarkan.
Umur bukanlah hitungan hari bulan dan tahun.
Tetapi sekumpulan catatan perbuatan sepanjang hidup.
Yang akan dipilah dan ditimbang
Mana yang bakal menjadi bekal
Dan mana yang akan menjadi beban
Disana nanti.

Si Joss
Depok 22 Jan 2017

15 Januari 2017

PUISI INI BELUM JADI


Puisi ini bagai keris Empu Gandring
belum jadi sudah  terlanjur sakti
terbuat dari campuran logam iri dan dengki
berlumur racun liur seekor dendam
ditempa bara benci membara
menusuk tujuh hati tujuh generasi
mati
puisi inipun mati bunuh diri
termakan racun sendiri
karena belum jadi
sudah terlanjur sakti

Kuningan 3 Januari 2015

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...