25 November 2009

Masih ingatkah engkau? (new version)

Masih ingatkah engkau?

ketika kita masih kecil


Berdua diatas batu hitam,

disebuah sungai yang mengalir jernih.


Matahari pagi terasa hangat,

dan angin pegunungan terasa sejuk


Air mengalir gemericik,

daun bambu gemerisik


Kita memang berdua,

tetapi wajah kita satu ekspresi.


Sampai akhirnya aku merasa lega,

dan engkaupun begitu.


Sesaat kita tidak saling pandang,

namun bersama memandang sesuatu.


Milikku dan milikmu,

sejenak bertaut lalu hanyut.


Engkau terkejut,

aku terkejut melihat engkau terkejut.


Mengapa engkau terkejut?

Apakah yang terbersit dalam pikiranmu?

Adakah engkau merasa kehilangan sesuatu?


Aku disini bersamamu,

dengan satu harapan dan cita-cita yang sama.


Melepas beban,

yang selama ini menggelayuti jiwa dan raga.


Tiba-tiba engkau berdiri,

melompat-lompat di atas bebatuan


Berlari entah kemana,

entah kenapa dan akupun terpana


Bibirku bergetar memanggilmu.

Aku berteriak sekuat tenaga,

tetapi engkau tak jua mendengarkannya.


Engkau tetap berlari semakin jauh,

semakin menjauh.


Aku kecewa telah engkau tinggalkan,

tapi bukan karena itu aku memanggilmu


Sejujurnya ingin kukatakan kepadamu,

tentang sesuatu yang semestinya kita selesaikan


k

i

t

a


b

e

l

u

m


c

e

b

o

k



Si Joss,

New Land, Depok Juni 2009