
Si Joss
Hmm…. Si Joss… Sudah sekian lama orang memanggilnya dengan nama itu. Bahkan jauh sebelum produk minuman berenergi mucul di masyarakat. Nama yang diberikan begitu saja oleh teman-teman kuliahnya dulu. Tidak ada makna atau arti spesifik yang diharap dari julukan itu. Hanya untuk mempermudah panggilan saja. JOSS bukan George, bukan pula Josh. Je-O dengan dua S. Penggilan yang mudah diingat dan mudah diucapkan. Menakjubkan!! Bahwa setelah bertahun-tahun, panggilan itu terbawa sampai sekarang. Di rumah, di kantor dan di komunitas-komunitas yang diikutinya. Mulai dari teman-teman memanggil Si Joss, Mas Joss atau Mas Si Joss, di kantor dipanggil Pak Joss, keponakan memanggil Om Joss atau Pakde Joss…. Sekarang malah tambah sebutan Eyang Joss.
Padahal nama katepenya jauh dari kata-kata Joss. Namanya PRAKOSO. Nama Jawa yang sederhana namun mengandung kekuatan. Setidak-tidaknya begitulah harapan ortunya dulu ketika memberi nama dengan bubur merah dan bubur putih. Lahir di jaman Orde Lama ketika usia republik ini masih kanak-kanak. Tumbuh remaja dan dewasa di jaman Orde Baru dan menikmati kebahagiaan sisa hidupnya di era reformasi bersama istri dan tiga anak-anaknya yang sangat dicintainya.
Tinggal di Depok sejak jaman Depok masih banyak pepohonan sampai sekarang Depok banyak perumahan. Di pekarangan rumahnya banyak pepohonan, tetapi lingkungan sekitarnya lebih banyak rumah. Suasana lingkungan yang dulu hijau sejuk segar, kini sudah berubah penuh kehangatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar