Masih ingatkah kamu?
ketika kita masih kecil
Berdua diatas batu hitam,
disebuah sungai yang mengalir jernih.
Matahari pagi terasa hangat,
dan angin pegunungan terasa sejuk.
Air mengalir gemericik,
daun bambu gemerisik.
Kita memang berdua,
tetapi wajah kita satu ekspresi.
Sampai akhirnya aku merasa lega,
dan kamupun begitu.
Sesaat kita tidak saling pandang,
namun bersama memandang sesuatu.
Milikku dan milikmu,
bertaut lalu hanyut
membentur lalu hancur
membentur lalu hancur
Tiba-tiba kamu kaget,
aku kaget melihat kamu kaget
hatikupun bertanya mengapa engkau kaget?
Adakah kamu merasa kehilangan sesuatu?
Padahal aku disini bersamamu,
dengan satu harapan dan cita-cita yang sama.
Melepas beban,
yang selama ini menggelayuti jiwa dan raga.
Tiba-tiba kamu berdiri,
berlari entah kemana,
entah kenapa dan akupun terpana.
Bibirku bergetar memanggilmu.
Aku berteriak sekuat tenaga,
tetapi kamu terus berlari semakin jauh,
semakin menjauh.
Aku kecewa karena kamu pergi,
sesaat aku kehilanganmu,
sesaat aku kehilanganmu,
tapi bukan karena itu aku memanggilmu.
Sejujurnya ingin kukatakan kepadamu,
tentang sesuatu yang semestinya kita selesaikan
.
.
.
.
.
.
kita belum cebok
.
.
.
.
.
.
kita belum cebok
Si Joss,
New Land, Depok Juni 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar