sehingga kakiku enggan meneruskan sisa-sisa langkah
sesaat aku terpatung, namun cepat sadar
dan ketika aku melangkah balik
dengan hati yang terbalik-balik
senyum yang tadi tertunda
kini pecah menjadi tawa
yang berderai-derai
semakin keras
semakin keras
lama kuperhatikan wajah-wajah itu
ada yang giginya tampak semua
ada yang sampai merah mukanya
ada yang matanya berair
bahkan ada yang terkencing-kencing
lucu
aku tersenyum
mengembang, lalu mengembang
lalu pecah menjadi tawa
entah bagaimana lagi ekspresi wajahku
mungkin
wajah-wajah itu
semua ada di wajahku
Si Joss
Tanjung Priok, 1982
Tidak ada komentar:
Posting Komentar