| Dirimu nuansa-nuansa ilham.... Hamparan laut tiada bertepi..... |
Sayangku, peluk cium seerat-eratnya untuk seperempat abad usia perkawinan kita...
Rentang waktu kehidupan bersama telah kita lalui penuh warna warni pelangi...
pagi ini kupetik setangkai puisi yang paling harum dan paling cantik untukmu...
kuuntai nada yang paling indah dan paling merdu untukmu.....
Alhamdulillah ya Allah....
NUANSA BENING
Hmm... tiada yang hebat, ketika dia lewat dihadapanku. Biasa saja. Dia mahasiswi baru dan aku seniornya. Kami menyapa mahasiswi baru di kampus kami dengan sebutan “kuncir”. Dia “kuncir” yang berjalan tertunduk malu-malu dan terburu-buru kalau lewat di depan kakak seniornya. Sama seperti yang lain.
Bahkan... tiada kejutan, ketika aku diperkenalkan dengannya. Sepintas kujabat tangannya, dan menjabat tangan teman-teman yang lain. Selebihnya adalah keriuhan suasana yang penuh dengan celoteh khas tahun lapan puluhan. Wajar tapi tetap mengasyikkan.
Namun.... hari demi hari ada perasaan aneh, perasaan yang tak biasa yang terus mengganggu. Setiap kali bertemu, setiap kali bersama, setiap kali berdua ada sesuatu yang mengasyikkan meskipun tetap wajar. Entah mengapa, selalu ada alasan yang menggerakkan dua hati untuk saling bertemu.
Aneh.... saat aku diterima kerja, dialah orang pertama yang aku cari demi untuk mengabarkan berita gembira ini. Tak kan pernah terlupakan reaksinya ketika aku beritahu. Tanganku dipegang erat-erat, digoyang-goyang sambil lompat-lompat kegirangan. Matanya berbinar-binar.... segera aku sadari bahwa binar matanya itu memancarkan cinta yang indah dan tulus. Aku menangkap nuansa-nuansa bening dari pancaran matanya.
Takdir... aku harus bekerja di luar kota. Tepatnya di Jatiluhur Purwakarta. Tapi justru di kejauhan itulah cintaku tumbuh, semakin terasa dekat semakin terasa sungguh. Kehadiranku menjadi lebih intens bukan secara fisik namun melalui media yang bernama surat dan telepon. Justru disinilah benih-benih kasih mulai tertanam di hati kami berdua. Didalam hati akan kukembangkan kasih yang telah tertanam ini.
Kini...... hari ini tepat seperempat abad usia pernikahan kami.
Alhamdulillah...Ya Allah, puji dan syukur kami haturkan kepadaMU. Nuansa-nuansa bening itu telah tumbuh rindang hingga saat ini dan membuahkan satu anak ganteng, dan dua anak cantik lucu.
Ya Allah..., bahagiakanlah kami dunia akhirat.
Aamiin....
Depok, 7 November 2013
NUANSA BENING
Keenan Nasution
Hm.. tiada yang hebat dan mempesona
ketika kau lewat dihadapanku, biasa saja
waktu perkenalan, terjali sudah
ada yang menanrik, pancaran diri terus mengganggu
mendengar cerita sehari-hari
yang wajar tapi tetap menngasyikkan
Hm.. tiada kejutan, pesona diri
pertama kujabat, jemari tanganmu, biasa saja
masa perkenalan, lewatlah sudah
ada yang menarik, bayang-bayangmu tak mau pergi
dirimu nuansa-nuansa ilham
hamparan laut tiada bertepi
Kini terasa sungguh,
semakin engkau jauh
semakin terasa dekat
Akan kukembangkan
kasih yang kau tanam
di dalam hatiku
menangkap nuansa-nuansa benig
tulusnya do’a bercinta
Si Joss
Ciganea, Maret 1986
Tidak ada komentar:
Posting Komentar