Puisi adalah proses dan wujud perjalanan imaginasi.
Sebagai celoteh batin yang bisu, yang bisik, yang bicara dan terkadang yang bising.
Dia tidak terikat oleh suatu makna ataupun suasana.
Puisi mampu menembus ruang dan waktu, mikro ataupun makro.
Puisi tidak memerlukan keterkaitan imaginasi antara proses dan yang terwujud.
Karena proses dan wujud itu sendiri juga tidak terikat oleh batas-batas.
Seperti tarikan garis cakrawala, yaitu garis yang bukan garis.
Tampak ada tapi tak akan pernah dijumpai.
Puisi sebagai sosok pribadi adalah ketelanjangan.
Jujur, polos dan apa adanya.
Namun di lain pihak, puisi sebagai media pernyataan maka dia adalah kebohongan.
Merasa dirinya hadir, karena mendapatkan banyak anggukan kepala.
Padahal itu hanya sekedar kekaguman terhadap indahnya kata-kata.
Bukan kepada substansi pesan yang ingin disampaikan.
Puisi tidak pernah menyadari itu dan semakin terhanyut dalam pelukan kebohongan. Bahkan menuntut kaidah-kaidah dan kriteria-kriteria yang juga bohong.
Padahal sebetulnya puisi itu kosong…… blong!!
Seperti angka nol atau huruf “O”.
Bulat dan melongo, mirip orang bego.
Tapi tidak bego!
Karena angka nol itu sendiri punya nilai, yaitu …. nol!
Nah…… bingung kan?
Ya begitulah puisi itu…..
Membingungkan tapi menarik (Bagi yang tertarik)
Mungkin!
Kesimpulan : Puisi adalah sesuatu yang bingung
Si Joss….. juga bingung
Ciganea, 1986
Tidak ada komentar:
Posting Komentar