04 Oktober 2012

IBU KITA KARTINI


Malam itu,
ada seraut wajah yang termangu
menatap potret buram para perempuan
yang tertidur lelap karena lelah
setelah seharian bersimbah peluh sendiri
dan malamnya bersimbah peluh lelaki
malam merangkak menghampiri gelapnya
namun nasib enggan beringsut
terperangkap diantara dinding-dinding
tebal dan tinggi
yang membuat dunia sangat kecil
sekecil bilik dapur dan ranjang tidur

Wajah yang termangu…
wajah yang termangu itu kian terharu
air matanya pelan mengalir
menjelma menjadi tinta
dan mata hatinya adalah mata pena
yang mengabarkan kepada dunia

Bahwa di bumi pertiwi ini,
duka nestapa berserakan di mana-mana
kedunguan adalah budaya
penjara bukanlah tembok tebal dan jeruji besi
tetapi hati dan pikiran
yang terbelenggu

“Duuh…….”
getar bibir di wajah itu
berbisik getir

Si Joss
Kebagusan, 21 April 2009

Tidak ada komentar:

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...