05 Oktober 2012

Tidak Selalu dan Tidak Terlalu



Tribute to Eyang

Wah cantiknya..!!! 
Nenek  usianya sudah lebih 80 tahun. Kondisi fisiknya masih bagus. Wajahnya teduh dan arif. Sisa-sisa kecantikan dimasa mudanya masih terpancar. Senyumnya menyenangkan. Giginya masih utuh. Pikirannya masih terang, tidak pikun bahkan selalu update dengan perkembangan di luar. Hidup tenang bersama anak cucunya. Tinggal sesuka hati, mau di rumah anak-anaknya yang mana saja. Membaca koran setiap pagi. Menonton sinetron dan mengulas masalah-masalah politik atau gosip yang lagi ngetop. Jalan-jalan berolah raga pagi bersama cucu-cucunya. Ibadah rutin, pengajian, arisan dan menjenguk orang sakit. Belanja ke pasar terdekat. Memasak, menjahit. Dan hobby beratnya selama ini adalah berkebun, merawat tanaman hias di pekarangan rumah. 
Mengapa bisa begitu? Seusia itu masih punya kebugaran dan daya pikir yang prima?

Tidak ada hal yang secara khusus dan disiplin dilakukan oleh Nenek penyuka warna ungu ini. Disadari atau tidak, beliau telah  konsisten menjalankan konsep hidup sehat  yang ternyata sejalan dengan sunnah Rasulullah SAW.  Beliau (si Nenek tadi) mungkin tidak mengerti, tetapi aku menyebutnya sebagai konsep  “Tidak Terlalu dan Tidak Selalu”. Konsep hidup sehat ini beliau lakukan secara konsisten sejak muda terutama yang terkait dengan aktifitas dan kebutuhan duniawi sehari-hari.  

Inilah hal-hal yang senantiasa beliau lakukan sepanjang hidupnya :
Lihat! Gigi beliau masih utuh dalam usia diatas 80 tahun

Tidak terlalu
Makan tidak  terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Beliau segera berhenti mencukupkan makanannya apabila kebutuhan makannya telah cukup. Tidak pernah kekenyangan dan  tidak pernah kelaparan. 
Makan tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Satu hal yang sering aku perhatikan ketika beliau makan adalah selalu menunggu atau mengipasi makanan yang masih panas sampai cukup dingin/hangat untuk dimakan.
Tidak pernah makan.minum terlalu dingin. Belum pernah aku melihat nenek ini minum air es atau makan-makanan yang terlalu dingin. 
Setiap masakan yang beliau buat dan setiap masakan yang beliau makan tidak terlalu pedas, tidak terlalu manis, tidak terlalu asam dan tidak terlalu asin.

Tidak selalu

Membaca sambil menikmati matahari pagi
Ada banyak orang yang punya kegemaran fanatic terhadap makanan tertentu misalnya harus selalu ada seafood, harus ada daging, harus ada kerupuk, harus ada ikan asin atau harus ada sambal. Kegemaran makanan fanatic semacam ini akan sangat berpengaruh kepada kesehatan karena nutrisi tubuh yang tidak berimbang menyebabkan berbagai macam penyakit atau gangguan kesehatan seperti gangguan jantung, kolesterol, darah tinggi, asam urat, gula darah dan lain-lain. Nenek tidak berpantang makanan itu semua,  termasuk makanan berlemak bahkan makanan-makanan seperti jeroanpun beliau tidak berpantang. Hanya saja beliau tidak fanatik (“TIDAK SELALU”) makan makanan tertentu itu. Beliau sangat mengerti betul menjaga kapan saatnya makan makanan seperti itu dan kapan tidak.sama sekali. Beliau hanya bilang :”Tidak ah.. wong kemarin habis makan itu, mosok sekarang makan itu lagi….”


Hobby berkebun
Prinsip “tidak selalu dan tidak terlalu” ini beliau terapkan bukan hanya dalam soal makanan saja, tetapi juga dalam segala hal dalam rangka mensyukuri ni’mat Allah SWT. Mencukupkan dan mensyukuri rizki yang diterimanya diartikan sebagai memberi peluang bagi  orang lain untuk mendapatkan rizki yang dibutuhkan. Tidak rakus, tidak tamak dan tidak berlebihan.

Ya Allah.. semoga Ibundaku alias Nenek dari anak-anakku ini selalu dalam lindunganMU,  hamba memohon diberikan kesehatan lahir dan batin, kedamaian hidup dan ketenteraman hati.  


Aamiin......


Si Joss

Kebagusan, 4 April 2011

Tidak ada komentar:

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...