negeri
anomali.....
negeri yang berbeda,
negeri yang berbeda,
negeri
hitam
benderang,
negeri putih gulita.
negeri putih gulita.
cahaya
adalah kegelapan,
kegelapan adalah kehidupan.
kegelapan adalah kehidupan.
kelam absurd tak
tersentuh...
di negeri ini warna-warna diperdebatkan
hitam tidak, putih tidak,
jelas juga tidak
warna-warna telah saling selingkuh
menjadi abu-abu baur nan
kabur
pelangi merana kehilangan
indahnya....
negeri anomali....
negeri orang bingung
negeri orang bingung
negeri jaka sembung
negeri salah sambung
negeri salah sambung
makna dari sebuah kata
menjadi sangat individual
kata terbang kemana-mana
karena sayapnya,
makna bertransformasi liar
berkeliaran
kebenaran dipahami sebagai
sesuatu yang bersifat personal
milik setiap pribadi sesuai
dengan kepentingannya
berbicara bukan untuk
menyampaikan pesan
tetapi untuk mempertontonkan
kena’ifan
kedunguan menjadi suatu
kebanggaan
ketololan menjadi ladang
rizki yang subur
kebodohan eksis menjelma
menjadi gengsi
negeri anomali....
negeri penganiaya yang teraniaya
negeri penganiaya yang teraniaya
negeri dimana keteraniayaan
menjadi suatu cita-cita
dengan segala daya bagaimana
caranya
agar menjadi diri yang
teraniaya
agar telunjuk bisa menunjuk
kepada siapa
yang diinginkannya menjadi
penganiaya
sehingga seolah benar menjadi teraniaya
penganiaya dan teraniaya
sama saja.
negeri anomali.....
negeri para anonim
negeri para anonim
negeri tanpa identitas,
negeri penuh pengecut
negeri penuh pengecut
teriakan, caci maki dan
sumpah serapah riuh di kegelapan
anonim ada di mana-mana
menebar teror brutal dan arogan
tersembunyi dibalik helm,
dibalik kaca gelap mobil mewah
atau terlindung dikegelapan
akun palsu
dengan begini tak perlu ada
yang ditakuti, bahkan Tuhanpun tidak
Tuhan hanya dipandang sebagai
teman bicara
penampung keluh dan pelepas
beban
negeri anomali....
negeri sejuta keyakinan
negeri sejuta keyakinan
bersliweran liar tak tentu
arah
meski bisa bersimpangan, lebih
suka bertabrakan
meski bisa bergandengan, lebih suka berjauhan
meski bisa saling sapa,
lebih suka saling cela
keyakinan bagaikan ranting
kering patah
yang mencoba tumbuh dilahan
kebimbangan
negeri anomali....
negeri yang berbeda
negeri yang berbeda
dari kewajaran negeri lain
manapun
negeri yang unik
seunik-uniknya...
negeri yang memaksa
penduduknya
untuk bersabar luar biasa
dalam menunggu
sebuah pelayanan publik yang
sederhana
dari pemerintahnya yang
malas, lamban
dan angkuh....
negeri anomali...
di negeri yang “indah” ini
aku “hidup bahagia”
bersama ratusan juta
saudaraku
sebangsa dan setanah air
Si Joss
Newland, Juni 2014
Gambar Ilustrasi seijin pemilik (pak Bas Van De Gomb)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar