27 Juni 2014

PUISI NEGERI ANOMALI



negeri anomali..... 
negeri yang berbeda,
negeri hitam benderang, 
negeri putih gulita.
cahaya adalah kegelapan
kegelapan adalah kehidupan.
kelam absurd tak tersentuh...                                                                           
di negeri ini  warna-warna diperdebatkan
hitam tidak, putih tidak, jelas juga tidak
warna-warna telah saling selingkuh
menjadi abu-abu baur nan kabur
pelangi merana kehilangan indahnya....

negeri anomali.... 
negeri orang bingung
negeri jaka sembung 
negeri salah sambung
makna dari sebuah kata menjadi sangat individual
kata terbang kemana-mana karena sayapnya,
makna bertransformasi liar berkeliaran
kebenaran dipahami sebagai sesuatu yang bersifat personal
milik setiap pribadi sesuai dengan kepentingannya
berbicara bukan untuk menyampaikan pesan
tetapi untuk mempertontonkan kena’ifan
kedunguan menjadi suatu kebanggaan
ketololan menjadi ladang rizki yang subur
kebodohan eksis menjelma menjadi gengsi

negeri anomali.... 
negeri penganiaya yang teraniaya
negeri dimana keteraniayaan menjadi suatu cita-cita
dengan segala daya bagaimana caranya
agar menjadi diri yang teraniaya
agar telunjuk bisa menunjuk kepada siapa
yang diinginkannya menjadi penganiaya
sehingga seolah benar  menjadi teraniaya
penganiaya dan teraniaya sama saja.

negeri anomali..... 
negeri para anonim
negeri tanpa identitas, 
negeri penuh pengecut
teriakan, caci maki dan sumpah serapah riuh di kegelapan
anonim ada di mana-mana menebar teror brutal dan arogan
tersembunyi dibalik helm, dibalik kaca gelap mobil mewah
atau terlindung dikegelapan akun palsu
dengan begini tak perlu ada yang ditakuti, bahkan Tuhanpun tidak
Tuhan hanya dipandang sebagai teman bicara
penampung keluh dan pelepas beban

negeri anomali.... 
negeri sejuta keyakinan
bersliweran liar tak tentu arah
meski bisa bersimpangan, lebih suka bertabrakan
meski bisa bergandengan,  lebih suka berjauhan
meski bisa saling sapa, lebih suka saling cela
keyakinan bagaikan ranting kering patah
yang mencoba tumbuh dilahan kebimbangan

negeri anomali.... 
negeri yang berbeda
dari kewajaran negeri lain manapun
negeri yang unik seunik-uniknya...
negeri yang memaksa penduduknya
untuk bersabar luar biasa dalam menunggu
sebuah pelayanan publik yang sederhana
dari pemerintahnya yang malas, lamban
dan angkuh....


negeri anomali...
di negeri yang “indah” ini
aku “hidup bahagia”
bersama ratusan juta saudaraku
sebangsa dan setanah air


Si Joss
Newland, Juni 2014

Gambar Ilustrasi seijin pemilik (pak Bas Van De Gomb)

Tidak ada komentar:

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...