PUISI KULIHAT IBU PERTIWI
Bukan!!
Bukan kita yang melihat!
Bunda Pertiwilah yang melihat tingkah kita.
Gundah hati Bunda Pertiwi
Air matanya....
mata air menggenang
mengalir membanjir menenggelamkan...
Geram hatinya....
panas membara membakar menghanguskan...
Siapakah takkan bersusah hati?
Siapakah takkan gundah gulana?
Lihat itu mas intanmu dibawa pergi dibawa lari
Lihat itu hutanmu ditebang digunduli
Lihat itu sawahmu ditanami rumah-rumah
Simpanan kekayaan adalah kekayaan yang disimpan oleh kaum penjarah yang serakah.
Maka jangan salahkan bila gunung-gunung menyembur lava murka
Jangan pula salahkan bila gelombang lautan meradang menerjang
Itu sekedar bisik duka lara Bunda Pertiwi.
Dalam rintihnya ada do'a yang paling lirih.
Si Joss
Depok, 14 Agustus 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA
Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...
-
Kumpulan Quote of The Day Bulan Desember 2007 Sabtu, 01/12/2007 Dia yang memandang rendah kegetiran, tak akan pernah melihat kebahagiaan....
-
Kumpulan Quote of The Day Bulan November 2007 Jum'at, 02/11/2007 Karena cinta telah tumbuh dalam jiwa Anda, maka tumbuh pula keindaha...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar