14 Agustus 2015

PUISI KULIHAT IBU PERTIWI

PUISI KULIHAT IBU PERTIWI

Bukan!!
Bukan kita yang melihat!
Bunda Pertiwilah yang melihat tingkah kita.
Gundah hati Bunda Pertiwi
Air matanya....
mata air menggenang mengalir membanjir menenggelamkan... 
Geram hatinya....
panas membara membakar menghanguskan...
Siapakah takkan bersusah hati?
Siapakah takkan gundah gulana?
Lihat itu mas intanmu dibawa pergi dibawa lari
Lihat itu hutanmu ditebang digunduli
Lihat itu sawahmu ditanami rumah-rumah
Simpanan kekayaan adalah kekayaan yang disimpan oleh kaum penjarah yang serakah.
Maka jangan salahkan bila gunung-gunung menyembur lava murka
Jangan pula salahkan bila gelombang lautan meradang menerjang
Itu sekedar bisik duka lara Bunda Pertiwi.
Dalam rintihnya ada do'a yang paling lirih.


Si Joss
Depok, 14 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...