03 Oktober 2016

SAJAK PANTAI #1 (Semua tak seperti semula)

SAJAK PANTAI #1
(Semua tak seperti semula)

Merahnya senja itu salamku...
Yang ku tebar di selebar langit barat....
Semburatnya meronakan wajah anak pantai setelah sesiang ini dilegamkan panas mentari....
Papan panjang yang mereka pegang, bukan lagi kayu kayuh.... 
Mereka tak lagi menghambur tetapi mengukur saatnya meluncur...
Tak terlihat lagi sampan-sampan dengan layar segitiganya terayun-ayun ombak... 
Digantikan dengan deram mesin jet ski, banana boat atau perahu bermotor yang membawa orang-orang pelesiran mondar mandir ketengah dan ketepian....
Aku menoleh ke masa kecilku...
Di tempat yang sama, semua tak seperti semula.... 
Ada aku disana, tampak sedang antusias menatap masa depan....
Memegang bilah bertangkai bernama kayuh...
Mata bulatku berbinar membayangkan, suatu ketika akan punya sampan yang besar dan kuat dengan layar segitiga warna merah mengembang indah...
Aku berdiri di haluannya, tegap  
Alangkah gagahnya....
Kuarahkan sampan besarku menuju cakrawala
Kubiarkan camar-camar sejenak meletakkan letihnya di tiang layar sambil mencuri sedikit ikanku.
Sementara di putihnya pasir, duduk kekasih hatiku yang menatap harap kepulanganku.
Ingin ia berlari menghambur memeluk dada bidang dan legam bahuku.
Aku membayangkan itu semua, alangkah indah dan romantisnya masa depan itu. 
Begitu setidaknya angan-anganku kala itu.
Tiba-tiba ada sesuatu yang bulat menghantam kepalaku...
Anak-anak muda penjaga pantai bermain bola...


Si Joss
Newland, 1 Oct 2016

Tidak ada komentar:

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...