Hari ini tidak hujan sayang...
Tidak juga kemarin...
Tidak juga entah sejak kapan...
Hujan tidak jua hadir bahkan sejak dirimu belum lahir...
Angin membedaki wajah kelammu
dengan debu tipis..
Leleh air matamu adalah satu-satunya butiran air dalam radius ratusan kilometer...
Itupun kering seketika sebelum sempat mengalir dipipimu...
Matamu kuning berkilat menatap cakrawala kuning...
Namun bukan keindahan senja nan eksotis panorama Afrika
yang sering diabadikan para fotographer profesional...
Mata sakitmulah yang membuat semua yang kamu lihat menjadi berwarna kuning...
Siluet burung-burung bertengger diatas bebatuan padas yang panas...
Kamu pasti paham betul itu burung apa...
Betul..! mereka adalah monster pemakan bangkai yang sedari tadi mengawasimu...
Paruhnya siap mencabik-cabik dan memburaikan isi perutmu....
Kamu menelan ludah... padahal mulutmu kering dan pahit..
Kaki kurus dan tongkat kayu yang kamu pegang
adalah benda hitam yang sama kecilnya, sama keringnya, sama kerasnya.
Gemetar menopang meskipun tubuhmu ringan kering tak berdaging...
Naak....
Terlalu pagi kamu telah sendiri
Bahkan tak mengenal siapa bapak ibumu
Yang keburu mati karena dehidrasi
Saat umurmu dalam hitungan bulan...
Entah bagaimana caramu bisa hidup sampai seumurmu kini..
Kita tidak tahu, tapi Tuhan pasti tahu itu...
Kini Dia ingin mengusaikan kehadiranmu
Di gurun yang sunyi ini....
Dilepaskanlah tongkat hitammu...
Dihilangkanlah keseimbanganmu...
Malaikat memelukmu, membawamu...
Tak ada isak tangis, tak ada yang kehilangan..
Sesosok bayangan hitam berkelebat terbang menghampiri jasadmu...
Si Joss
Newland, 6 Jan 2016
Tidak juga kemarin...
Tidak juga entah sejak kapan...
Hujan tidak jua hadir bahkan sejak dirimu belum lahir...
Angin membedaki wajah kelammu
dengan debu tipis..
Leleh air matamu adalah satu-satunya butiran air dalam radius ratusan kilometer...
Itupun kering seketika sebelum sempat mengalir dipipimu...
Matamu kuning berkilat menatap cakrawala kuning...
Namun bukan keindahan senja nan eksotis panorama Afrika
yang sering diabadikan para fotographer profesional...
Mata sakitmulah yang membuat semua yang kamu lihat menjadi berwarna kuning...
Siluet burung-burung bertengger diatas bebatuan padas yang panas...
Kamu pasti paham betul itu burung apa...
Betul..! mereka adalah monster pemakan bangkai yang sedari tadi mengawasimu...
Paruhnya siap mencabik-cabik dan memburaikan isi perutmu....
Kamu menelan ludah... padahal mulutmu kering dan pahit..
Kaki kurus dan tongkat kayu yang kamu pegang
adalah benda hitam yang sama kecilnya, sama keringnya, sama kerasnya.
Gemetar menopang meskipun tubuhmu ringan kering tak berdaging...
Naak....
Terlalu pagi kamu telah sendiri
Bahkan tak mengenal siapa bapak ibumu
Yang keburu mati karena dehidrasi
Saat umurmu dalam hitungan bulan...
Entah bagaimana caramu bisa hidup sampai seumurmu kini..
Kita tidak tahu, tapi Tuhan pasti tahu itu...
Kini Dia ingin mengusaikan kehadiranmu
Di gurun yang sunyi ini....
Dilepaskanlah tongkat hitammu...
Dihilangkanlah keseimbanganmu...
Malaikat memelukmu, membawamu...
Tak ada isak tangis, tak ada yang kehilangan..
Sesosok bayangan hitam berkelebat terbang menghampiri jasadmu...
Si Joss
Newland, 6 Jan 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar