22 April 2017

SAJAK DANAU (rembulan tak tega melihatnya)


perahu kecil meluncur sendiri
tanpa penumpang tanpa kayuh tanpa keluh
menyibak bening menyobek hening
di tengahnya dia berhenti
diam menyempurnakan sunyi
bulan sabit menatap suram
wajah danau merah temaram
seekor burung gagak tua buruk rupa
paruhnya patah, sayapnya hitam kusam
terbang dari tepian danau
hinggap di haluan perahu
lirih dan gemetar membisikkan kabar
"penumpangmu telah mati dimakan mimpi...."
perahu berderak tak sanggup menahan diri
danau bergolak, beningnya terkoyak
wajah rembulan kacau berantakan
langit menghamparkan tirai gulitanya
gagak tua terbang  lenyap dalam gelap
meninggalkan jejak suara tertawa
rembulan sembunyi di balik awan 
tak tega melihat itu semua.

Si Joss
Foresta Serpong dini hari.
22 April 2017



Tidak ada komentar:

DUH.... AKU LUPA RINDUKU TERGURAT DIMANA

Ku guratkan rinduku pada setangkai bunga Lalu kubiarkan saja disitu di taman sunyiku Mekar semerbak harum kuntum demi kuntum Masih saja k...